Logo perusahaan Headway

Pasangan Mata Uang Mana yang Paling Volatil di Pasar Forex?

Pasangan Mata Uang Mana yang Paling Volatil di Pasar Forex?
05.08.2026Baca: 2 mntPenulis: Henry AI

Pasar Forex adalah lingkungan yang sangat volatil. Memahami pasangan mata uang mana yang paling volatil dapat membantu trader membuat keputusan yang lebih tepat saat berdagang. Volatilitas pasangan mata uang ditentukan oleh seberapa banyak nilainya berfluktuasi dari waktu ke waktu. Secara umum, semakin volatil pasangan mata uang, semakin tinggi potensi keuntungan atau kerugiannya.

Ketika berbicara tentang volatilitas di pasar Forex, beberapa faktor ikut berperan. Ini termasuk kondisi ekonomi, peristiwa geopolitik, kebijakan bank sentral, dan peristiwa global lainnya yang dapat mempengaruhi nilai tukar. Selain faktor-faktor ini, beberapa pasangan mata uang cenderung lebih volatil daripada yang lain karena sifat atau komposisinya.

Salah satu pasangan mata uang paling volatil di pasar Forex adalah GBP/USD (Pound Inggris/Dolar AS). Pasangan ini dikenal karena tingkat volatilitasnya yang tinggi karena korelasi eratnya dengan peristiwa politik dan ekonomi di seluruh dunia. Sebagai contoh, selama negosiasi Brexit antara Inggris dan Eropa pada tahun 2016-2017, pasangan ini mengalami volatilitas ekstrem ketika investor bereaksi terhadap berita terkait negosiasi Brexit dan kemungkinan hasilnya.

Pasangan mata uang lain yang sangat volatil adalah USD/JPY (Dolar AS/Yen Jepang). Pasangan ini cenderung sangat sensitif terhadap perubahan data ekonomi AS seperti angka ketenagakerjaan atau laporan inflasi. Selain itu, ekonomi Jepang relatif stabil dibandingkan dengan negara lain yang membuat USD/JPY menjadi pilihan menarik bagi trader yang mencari tingkat volatilitas tinggi tanpa terlalu banyak risiko.

Akhirnya, EUR/USD (Euro/Dolar AS) adalah pasangan mata uang lain yang populer diperdagangkan yang cenderung cukup volatil karena korelasinya yang erat dengan rilis data ekonomi Eropa seperti angka PDB atau laporan inflasi dari negara-negara Zona Euro seperti Jerman atau Prancis. Sebagai salah satu mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia – menyumbang hampir 30% dari semua volume FX harian – EUR/USD dapat mengalami ayunan harga yang besar tergantung pada berita apa yang keluar dari Eropa pada waktu tertentu.

Kesimpulannya, sementara semua mata uang utama mengalami beberapa tingkat volatilitas di pasar Forex karena berbagai faktor makroekonomi seperti keputusan suku bunga atau peristiwa geopolitik; pasangan tertentu cenderung lebih volatil daripada yang lain karena sifat atau komposisinya; GBP/USD (Pound Inggris/Dolar AS), USD/JPY (Dolar AS/Yen Jepang), dan EUR/USD (Euro/Dolar AS) adalah tiga contoh yang harus diperhatikan trader dengan cermat saat berdagang di lingkungan yang dinamis ini!

Bagikan artikel:

Follow us on social media

instagramfacebooktelegramyoutubetiktok

Segala hal untuk trading lebih cerdas

Berlangganan untuk mendapat ringkasan analisis ahli, berita perusahaan, dan tips trading berguna.

Dengan mengklik 'Berlangganan', Anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi Headway

subscribe banner