Fokus pasar minggu ini beralih sepenuhnya ke data inflasi dan aktivitas ekonomi di tiga ekonomi utama. Rilis IHK Inggris dan UE akan menunjukkan apakah tekanan inflasi terus meningkat meskipun pertumbuhan melambat, sementara IMP Jasa AS akan menawarkan wawasan baru tentang ketahanan ekonomi AS. Bersama-sama, laporan-laporan ini dapat memengaruhi secara signifikan ekspektasi seputar kebijakan bank sentral di masa depan.
GBP: IHK Inggris YoY
20 Mei, pukul 09:00 waktu MT
Perkiraan: 3,6% vs. Sebelumnya 3,3%
Rilis Indeks Harga Konsumen Inggris yang akan datang diperkirakan akan menunjukkan inflasi yang meningkat menjadi 3,6% YoY, dibandingkan dengan angka sebelumnya sebesar 3,3%. Pasar tetap semakin sensitif terhadap dinamika inflasi Inggris karena biaya energi, harga transportasi, dan inflasi jasa terus memberikan tekanan ke atas. Data ini sangat penting terutama karena Bank of England baru-baru ini mengakui adanya peningkatan risiko inflasi, sementara di internalnya sudah muncul perbedaan pendapat mengenai kebijakan suku bunga ke depannya. Angka IHK yang lebih tinggi dari perkiraan kemungkinan akan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga Inggris mungkin akan tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Instrumen yang terkena dampak: GBPUSD, EURGBP, GBPJPY, dan pasangan mata uang GBP lainnya.
EUR: IHK UE YoY
20 Mei, pukul 12:00 waktu MT
Perkiraan: 3,0% vs. sebelumnya 2,6%
Rilis IHK zona euro yang akan datang diperkirakan akan tetap tinggi di kisaran 3,0% YoY, sesuai dengan estimasi sebelumnya yaitu 3,0% setelah angka 2,6% pada bulan Maret. Tekanan inflasi di kawasan ini secara umum masih didorong oleh pasar energi dan ketidakstabilan geopolitik yang meluas di Timur Tengah. Meskipun pertumbuhan di seluruh zona euro masih rapuh, inflasi yang terus berlanjut semakin membebani Bank Sentral Eropa. Para pelaku pasar tengah mencermati kemungkinan bahwa ECB akan perlahan mengadopsi sikap yang lebih hawkish dalam beberapa bulan mendatang.
Instrumen yang terdampak: EURUSD, EURGBP, EURJPY, dan pasangan mata uang EUR lainnya.
USD: Indeks Manajer Pembelian (PMI) Sektor Jasa AS
20 Mei, pukul 16:45 waktu MT
Perkiraan: 53,8 vs. sebelumnya 54,5
PMI AS yang akan dirilis diperkirakan berada di sekitar 53,8, sedikit di bawah angka sebelumnya yang sebesar 54,5. Meskipun masih di atas level 50 poin, data tersebut mengindikasikan bahwa sektor jasa AS mungkin mulai berangsur-angsur melambat setelah periode ketahanan yang cukup lama. Pasar memberikan perhatian yang besar karena sektor jasa tetap menjadi salah satu bagian penting yang sensitif terhadap inflasi bagi The Fed. Angka PMI yang lebih tinggi dari perkiraan akan memperkuat narasi “tinggi lebih lama” seputar suku bunga AS, sementara angka yang lebih rendah bisa memicu kembali ekspektasi perlambatan pertumbuhan dan pelonggaran kebijakan moneter pada akhir tahun ini.
Instrumen yang terdampak: EURUSD, GBPUSD, USDJPY, dan pasangan mata uang lainnya yang melibatkan USD.


